Minggu, 17 Januari 2021

SISTEM DIGITAL

Rangkuman Praktikum Sistem Digital



POKOK BAHASAN I

 PENGENALAN GERBANG LOGIKA DASAR


    Gerbang Logika atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Logic Gate adalah dasar pembentuk Sistem Elektronika Digital yang berfungsi untuk mengubah satu atau beberapa Input (masukan) menjadi sebuah sinyal Output (Keluaran) Logis. Gerbang Logika beroperasi berdasarkan sistem bilangan biner yaitu bilangan yang hanya memiliki 2 kode simbol yakni 0 dan 1 dengan menggunakan Teori Aljabar Boolean.

    Gerbang Logika yang diterapkan dalam Sistem Elektronika Digital pada dasarnya menggunakan Komponen-komponen Elektronika seperti Integrated Circuit (IC), Dioda, Transistor, Relay, Optik maupun Elemen Mekanikal.

Terdapat 7 jenis Gerbang Logika Dasar yang membentuk sebuah Sistem Elektronika Digital, yaitu :


1. Gerbang AND (AND Gate)

    Gerbang AND memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang AND akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua masukan (Input) bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan Keluarkan (Output) Logika 0 jika salah satu dari masukan (Input) bernilai Logika 0. Rangkaian AND dinyatakan sebagai Z = X*Y atau Z = XY (tanpa symbol).

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang AND :


2. Gerbang OR (OR Gate)

    Gerbang OR memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang OR akan menghasilkan Keluaran (Output) 1 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0. Rangkaian OR dinyatakan sebagai Z = X + Y.

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang OR :


3. Gerbang NOT (Inverter)

    Gerbang NOT hanya memerlukan sebuah Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang NOT disebut juga dengan Inverter (Pembalik) karena menghasilkan Keluaran (Output) yang berlawanan (kebalikan) dengan Masukan atau Inputnya. Berarti jika kita ingin mendapatkan Keluaran (Output) dengan nilai Logika 0 maka input atau Masukanya harus bernilai Logika 1.

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NOT :


4. Gerbang NAND (Not AND)

    Arti NAND adalah NOT AND atau BUKAN AND, Gerbang NAND merupakan kombinasi dari Gerbang AND dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari keluaran (Output) Gerbang AND. Gerbang NAND akan menghasilkan Keuaran Logika 0 apabila semua Masukan (Input) pada Logika 1 dan jika terdapat sebuah Input yang bernilai Logika 0 maka akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1.

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NAND :


5. Gerbang NOR (Not OR)

    Arti NOR adalah NOT OR atau BUKAN OR, Gerbang NOR merupakan kombinasi dari Gerbang OR dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang OR. Gerbang NOR akan menghasilkan Keluaran Logika 0 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin mendapatkan Keluaran Logika 1, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NOR :


6. Gerbang X-OR (Exclusive OR)

    X-OR adalah singkatan dari Exclusive OR yang terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output) Logika. Gerbang X-OR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan-masukanya (Input) mempunyai nilai Logika yang berbeda. Jika nilai Logika Inputnya sama, maka akan memberikan hasil Keluaran Logika 0.

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang X-OR :


7. Gerbang X-NOR (Exclusive NOR)

    Seperti Gerbang X-OR, Gerbang X-NOR juga terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output). X-NOR adalah singkatan dari Exclusive NOR dan merupakan kombinasi dari Gerbang X-OR dan Gerbang NOT. Gerbang X-NOR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang sama dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang berbeda. Hal ini merupakan kebalikan dari Gerbang X-OR (Exclusive OR).

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang X-NOR :


POKOK BAHASAN II

Persamaan Boolean & Penyederhanaan Rangkaian Logika (Menggunakan Metode K-MAP)


1. Aljabar Boolean

    Aljabar Boolean memuat variable dan simbul untuk gerbang logika. Simbol yang digunakan pada aljabar Boolean adalah : (.) untuk AND, (+) untuk OR, dan ( --- ) untuk NOT. Rangkaian logika merupakan gabungan beberapa gerbang, untuk mempermudah penyelesaian perhitungan secara aljabar dan pengisian tabel kebenaran digunakan sifat-sifat aljabar Boolean.

    Dalam Aljabar boolean tersebut diimplementasikan kedalam rangkaian logika maka logika tersebut akan bertaraf sebuah tegangan. Kalau logika 0 bertaraf tegangan rendah (aktive low) sedangkan kalau logika 1 bertaraf tegangan tinggi (aktive high). Pada teori - teori aljabar boolean ini berdasarkan aturan - aturan dasar hubungan antara variabel - variabel Boolean.

Ø Dalil-dalil Boolean (Boolean postulates)

    ü P1 : X=0 atau X=1

    ü P2 : 0 . 0 = 0

    ü P3 : 1 + 1 = 1

    ü P4 : 0 + 0 = 0

    ü P5 : 1 . 1 = 1

    ü P6 : 1 . 0 = 0

    ü P7 : 1 + 0 = 0 + 1 = 1

Ø Theorema Aljabar Boolean

    ü T1 : Communicative Law

                a. A + B = B + A

                b. A . B = B . A

    ü T2 : Associative Law

                a. ( A + B ) + C = A + ( B + C )

                b. ( A . B ) . C = A . ( B . C )

    ü T3 : Distributive Law

                a. A . ( B + C )= A . B + A . C

                b. A + ( B . C ) = ( A + B ) . ( A + C )

    ü T4 : Identity LAw

                a. A + A = A

                b. A . A = A

    ü T5 : Negation Law

                a. ( A’ ) = A’

                b. ( A’ ) = A

    ü T6 : Redundant Law

                a. A + A . B = A

                b. A . ( A + B ) = A

    ü T7 : 0 + A = A

                1 . A = A

                1 + A = 1

                0 . A = 0

    ü T8 : A’ + A = 1

                A’ . A = 0

    ü T9 : A + A’ . B = A + B . A . ( A’ + B ) = A . B

    ü T10 : De Morgan’s Theorem

                a. ( A + B )’ = A’ . B’

                b. ( A . B )’ = A’ + B’


2. K-MAP

    Peta Karnaugh (Karnaugh Map, K-map) dapat digunakan untuk menyederhanakan persamaan logika yang menggunakan paling banyak enam variable. Dalam laporan ini hanya akan dibahas penyederhanaan persamaan logika hingga empat variable. Penggunaan persamaan logika dengan lima atau enam variable disarankan menggunakan program computer.

    Peta merupakan gambar suatu daerah. Peta karnaugh menggambarkan daerah logika yang telah di jabarkan pada table kebenaran. Penggambaran daerah pada peta karnaugh harus mencakup semua logika. Daerah pada Peta Karnaugh dapat tumpang tindih antara satu kombinasi variable dengan kombinasi variable yang lain.

Langkah-langkah pemetaan K-Map secara umum :

  • Menyusun aljabar boolean terlebih dahulu
  • Menggambar rangkaian digital
  • Membuat table kebenaran
  • Lalu memasukkan rumus tabel kebenaran ke K-Map (Kotak-kotak)

    2.1 Penyederhanaan Dua Variabel

Catatan : Bar = '

Tabel dari K-Map 2 variabel adalah seperti dibawah ini

Contoh Soal :

H = AB + A’B+AB’

Maka cara pengerjaanya seperti dibawah ini

Bar (‘) atau aksen biasanya ditulis kedalam angka 0 sedangkan angka 1 adalah tanpa Bar aksen.

Dan dapat dipermudah lagi menjadi dibawah ini :

Yang dapat disederhanakan dalam K-Map hanya 2 / kelipatan 2 dari kotak yang berdempetan dan sedangkan jika seperti kotak diatas maka penyderhanaannya:


Karena kolom ber angka 1 dan baris ber angka 1 memenuhi setiap garisnya, maka dapat disimpulkan kalau H = AB + A’B+AB’ K-Map nya adalah AB/BA.

    2.2 Penyederhanaan Tiga Variabel

Catatan : Bar = ‘

Tabel dari K-Map 3 variabel adalah seperti dibawah ini

Contoh Soal

H = ABC + A’BC+A’B’C+AB’C

Maka cara pengerjaanya seperti dibawah ini

Dan dapat dipermudah lagi menjadi dibawah ini

Sekarang kita lihat, karena yang memenuhi setiap kotaknya adalah baris 01 dan 11 sedangkan simbol 01 artinya adalah (B’C) dan 11 artinya adalah (BC) dan simbol yang tidak ada aksen nya hanya C, maka H = ABC + A’BC+A’B’C+AB’C adalah C.

    2.3 Penyederhanaan Empat Variabel

Catatan : Bar = ‘

Tabel dari K-Map 4 variabel adalah seperti dibawah ini :

Contoh Soal

H = ABCD + ABCD’+AB’CD+ABC’D’

Maka cara pengerjaanya seperti dibawah ini

Dan dapat dipermudah lagi menjadi dibawah ini :

Karena yang ada angka 1 nya ada di kolom dan baris 1100, 1111, 1110 dan 1011, yaitu AB, ABCD, ABC dan ACD maka jika kita eliminasi dengan cara mengambil huruf yang sama saja menjadi AB + ABC + ACD.


POKOK BAHASAN III

Multilevel NAND dan NOR


    Gerbang NAND dan NOR merupakan gerbang universal, artinya hanya dengan menggunakan jenis gerbang NAND saja atau NOR saja dapat menggantikan fungsi dari 3 gerbang dasar yang lain (AND, OR, NOT). Multilevel, artinya : dengan mengimplementasikan gerbang NAND atau NOR, akan ada banyak level / tingkatan mulai dari sisi input sampai ke sisi output. Keuntungan pemakaian NAND saja atau NOR saja dalam sebuah rangkaian digital adalah dapat mengoptimalkan pemakaian seluruh gerbang yang terdapat dalam sebuah IC logika sehingga kita bisa lebih mengirit biaya dan juga irit tempat karena tidak terlalu banyak IC yang digunakan (padahal tidak semua gerbang yang ada dalam IC tersebut yang digunakan).

Adapun cara melakukan konversinya dapat kita lakukan dengan dua cara yaitu :

    1. Melalui penyelesaian persamaan logika / Boolean

    2. Langsung menggunakan gambar padanan

1. NAND

Kalau persamaan awal (soal) kita buatkan rangkaian digitalnya, maka akan terlihat rangkaian seperti berikut :

    Pada gambar di atas dapat kita lihat bahwa rangkaian terdiri dari satu buah gerbang NOT, dua buah gerbang AND dan dua buah gerbang OR. Ini artinya kita harus membeli tiga macam IC yaitu AND, OR dan NOT, tetapi tidak semua gerbang yang ada dalam IC tersebut terpakai dalam rangkaian. Artinya adalah kita sudah melakukan pemubaziran (membuang sia-sia) gerbang lainya, padahal kita sudah beli dan banyak memakan tempat.

Setelah penyederhanaan dengan menggunakan persamaan logika di atas kita dapat membuat rangkaian logika baru dengan gerbang NAND saja yang kalau kita gambarkan rangkaiannya seperti berikut :

    Dengan cara di atas terlihat kita hanya menggunakan dua IC NAND untuk membangun sebuah rangkaian yang berfungsi sama. Ini berarti kita sudah bisa menghemat uang dan tempat.


2. NOR

Selesaikanlah persamaan tersebut dengan menggunakan gerbang NOR saja.

Jawab :

Rangkaian asalnya adalah :

Sedangkan rangkaian setelah diubah ke bentuk NOR saja adalah sebagai berikut.

Dari gambar terlihat bahwa dengan membuat rangkaian menjadi berbentuk NOR saja kita tetap hanya membutuhkan dua buah IC saja yang terpakai semuanya (tidak mubazir atau terbuang).


POKOK BAHASAN IV

Rangkaian Aritmatika Digital

1. Adder

    Rangkaian Adder (penjumlahan) adalah rangkaian elektronika digital yang digunakan untuk menjumlahkan dua buah angka (dalam system bilangan biner), sementara itu didalam computer rangkaian adder terdapat terdapat pada mikroprosesor dalam blok ALU (Arithmetic Logic Unit). Sistem bilangan yang digunakan dalam rangkaian adder adalah :

· Sistem bilangan biner (memiliki base/radix 2)

· Sistem bilangan oktal (memiliki base/radix 8)

· Sistem bilangan Desimal (memiliki base/radix 10)

· Sistem bilangan Hexadesimal (memiliki base/radix 16)

    Namun, diantara ketiga sistem tersebut yang paling mendasar adalah system bilangan biner, sementara itu untuk menerapkan nilai negative, maka digunakanlah sistem bilangan complement. BCD (binary-coded decimal).


    a. Half Adder

    Half adder adalah suatu rangkaian penjumlahan system bilangan biner yang paling sederhana. Rangkaian ini hanya dapat digunakan untukoperasi penjumlahan data bilangan biner sampai 1 bit saja. Rangkaian hal adder mempunyai 2 masukan dan 2 keluaran  yaitu Summary out (Sum)  dan Carry out (Carry).

    Rangkaian ini merupakan gabungan rangkaian antara 2 gerbang logika dasar yaitu X-OR dan AND. Rangkaian half adder merupakan dasar bilangan biner yang masing-masing hanya terdiri dari satu bit, oleh karena itu dinamakan penjumlahan tak lengkap.

1. Jika A=0 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 0.

2. Jika A=0 dan B=1 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 1.

3. Jika A=1 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 1.

4. Jika A=1 dan B=1 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 0. Dengan nilai pindahan Cout (Carry Out) =1.

Dengan demikian, half adder memiliki dua masukan (A dan B), dan dua keluaran (S dan Cout).


    b. Full Adder

    Rangkaian Full-Adder, pada prinsipnya bekerja seperti Half-Adder, tetapi mampu menampung bilangan Carry dari hasil penjumlahan sebelumnya, jaadi jumlahnya inputanya ada 3: A, B dan Cin, sementara bagian output ada 2: Sum dan Cout. Cin ini dipakai untuk menampung bit Carry dari penjumlahan sebelumnya.

Berikut merupakan symbol Full Adder

    Rangkaian Full Adder dapat dibuat dengan menggabungkan 2 buah Half adder. Rangkaian ini dapat digunakan untuk penjumlahan sampai 1 bit. Jika ingin menjumlahkan lebih dari 1 bit, dapat menggunakan rangkaian Paralel Adder yaitu gabungan dari beberapa Full Adder.


2. Subtractor

Merupakan Suatu Rangkaian Pengurangan 2 buah bilangan biner. Jenis-jenis rangkaian Subtractor yaitu :


    a. Half Subtractor

    Rangkaian half subtractor adalah rangkaian Subtractor yang paling sederhana. Pada dasarnya rangkaian half subtractor adalah rangkaian half Adder yang dimodifikasi dengan menambahkan gerbang not. Rangkaian half subtractor dapat dibuat dari sebuah gerbang AND, gerbang X-OR, dan gerbang NOT.

    Rangkaian ini  mempunyai dua input dan dua output yaitu Sum dan Borrow Out(Bo). Rumus dasar pengurangan pada biner Yaitu:

    1. 0-0=0 Borrow 0

    2. 0-1=1 Borrow 1

    3. 1-0=1 Borrow 0

    4. 1-1=0 Borrow 0


    b. Full Subtractor

    Pada Rangkaian full subtractor pin Borrow Out dihubungkan dengan pin Borrow In(Bin) sebelumnya dan pin Bin dihubungkan dengan pin Bout padarangkaian berikutnya begitu seterusnya. Sehingga pada rangkaian Full Subtractor mempunyai 3 input Dan 2 output.

Berikut merupakan symbol dari Full Subtractor

    Rangkaian ini dapat digunakan untuk penjumlahan sampai 1 Bit. Jika ingin menjumlahkan lebih dari 1 bit, dapat menggunakan rangkaian Paralel Subtractor yaitu gabungan dari beberapa Full Subtractor.


POKOK BAHASAN V

Enkoder dan Dekoder


1. Encoder

    Secara umum, Encoder adalah sebuah perangkat atau proses yang mengubah data dari satu format ke format lainnya. Dalam pengindraan posisi, sebuah enkoder adalah perangkat yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengubah gerakan mekanis menjadi sinyal output berkode analog atau digital. 
Lebih khusus lagi,  encoder dapat dugunakan untuk mengukur posisi, kecepatan sementara, akselerasi dan arah yang dapat diturunkan dari posisi antar linier atau gerakan putar. Fungsi dari enkoder yang berbeda berasal dari berbagai prinsip fisik operasi, output, protokol komunikasi, dll.
    Encoder memiliki maksimum 2n jalur input dimana "n" adalah jalur output. Karena mengkode informasi dari input 2n menjadi kode n-bit. Encoder akan menghasilkan kode biner yang setara dengan input yang mana adalah "Aktif Tinggi". Oleh karena itu, encoder mengkodekan 2n jalur input dengan ‘n’ bit.

    Untuk encoder sederhana, dapat diasumsikan bahwa hanya satu jalur input yang aktif pada satu waktu. Sebagai contoh, mari simak enkoder Oktal ke Biner. Seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini, oktal ke biner encoder adalah jenis encoder 8 jalur input dan dihasilkan 3 jalur output.

2. Decoder

    Decoder adalah rangkaian yang mengubah kode menjadi satu set sinyal. Disebut sebagai decoder karena dapat melakukan kebalikan dari pengkodean. Dalam proyek elektronika digital, decoder memiliki peran yang cukup penting karena decoder adalah salah satu teknik transfer data dari satu bentuk ke bentuk lainnya.
    Fungsi Decoder adalah untuk memudahkan kita dalam menyalakan seven segmen. Itu lah sebabnya kita menggunakan decoder agar dapat dengan cepat menyalakan seven segmen. Output dari decoder maksimum adalah 2n. Jadi dapat kita bentuk n-to-2n decoder. Jika kita ingin merangkaian decoder dapat kita buat dengan 3-to-8 decoder menggunakan 2-to-4 decoder. Sehingga kita dapat membuat 4-to-16 decoder dengan menggunakan dua buah 3-to-8 decoder.


Rangkaian DECODER


Decoder 2 to 4

Decoder 3 to 8 (biner to octal decoder)

Decoder 4 to 10


POKOK BAHASAN VI

Multiplekser dan Demultiplekser


1. Multiplekser

    Multiplexer adalah sirkuit logika kombinasional digital dengan n input dan satu output. Tujuannya adalah untuk menghubungkan salah satu input ke jalur output, tergantung pada sinyal kontrol. Pada dasarnya, ini beralih di antara satu dari banyak jalur input dan menghubungkannya satu per satu ke output. Ini memutuskan jalur input mana yang harus diganti menggunakan sinyal kontrol.

    Secara fisik, multiplexer memiliki n pin input, satu pin output, dan pin kontrol m. n = 2 ^ m. Kita bisa merujuk ke multiplexer dengan istilah MUX dan MPX juga. Karena pekerjaan multiplexer adalah memilih salah satu jalur input data dan mengirimkannya ke output, itu juga dikenal sebagai "pemilih data."


2. Demultiplekser

    Demultiplexer adalah sirkuit logika kombinasional yang melakukan fungsi yang berlawanan dengan multiplexer.

    Dalam sebuah demux, kami memiliki n jalur output, satu jalur input, dan m pilih jalur. Hubungan antara jumlah jalur keluaran dan jumlah jalur pilih sama dengan yang kita lihat dalam multiplexer. Yaitu, 2 ^ m = n. Bergantung pada nilai nomor biner yang dibentuk oleh jalur pilih, salah satu dari jalur keluaran terhubung ke jalur input. Sisa dari garis keluaran pada titik ini pergi ke keadaan OFF. Artinya, nilai baris yang tersisa adalah 0.

    Dengan cara ini, demultiplexer mengubah data serial menjadi data paralel dan bertindak sebagai konverter paralel-serial. Selain itu, karena menghubungkan satu jalur data ke beberapa jalur data dan beralih di antaranya, demultiplexer juga dikenal sebagai "distributor data."


Mimin ingatkan lagi yaa jangan lupa untuk mengunjngi link berikut :

umsida.ac.id

fst.umsida.ac.id

Moch. Rudy Arianto UMSIDA

 ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN

Rangkuman Praktikum Algoritma dan Pemrograman



Pokok Bahasan 1

Input/Output dan Jenis Data


    Input adalah sesuatu data yang kita masukan ke dalam program. Proses adalah langkah-langkah yang harus dilakukan program untuk menghasilkan output. Dan Output adalah informasi yang dihasilkan setelah dilakukan proses. Output biasanya ditampilkan ke layar komputer. Pada bahasa pemrograman C++, terdapat beberapa fungsi dasar untuk menampilkan output dan mengambil input dan jenis data.

Apa saja itu?

Mari kita bahas....


1. Include

    Include adalah salah satu pengarah prepocessor directive yang tersedia pada C++. Prepocessor selalu dijalankan terlebih dahulu pada saat proses kompilasi terjadi. 

Bentuk umumnya :

    #include <nama_file>

    Tidak diakhiri dengan tanda semicolon, karena bentuk tersebut bukanlah suatu bentuk pernyataan, tetapi merupakan prepocessor directive. Baris tersebut mengintruksikan kepada compiler yang menyisipkan file lain dalam hal ini file yang berakhiran .h (file header) yaitu file yang berisi sebagai deklarasi.

Contohnya :

#include <iostream.h>    : diperlukan pada program yang melibatkan objek cout dan cin.

#include <conio.h>         : diperlukan bila melibatkan clrscr(). yaitu perintah untuk                                                                          membersihkan layar.

#include <iomanip.h>     : diperlukan bila melibatkan setw(), yaitu bermanfaat untuk mengatur lebar                                               dari suatu tampilan data.


2. Fungsi main ()

    Fungsi ini menjadi awal dan akhir eksekusi program C++. Main adalah nama judul fungsi. Melihat bentuk seperti itu dapat kita ambil kesimpulan bahwa batang tubuh program utama berada didalam fungsi main(). Berarti dalam setiap pembuatan program utama, maka dapat dipastikan seorang pemrogram menggunakan minimal sebuah program fungsi. Pembahasan lebih lanjut mengenai fungsi akan diterangkan kemudian. Yang sekarang coba ditekankan adalah kita menuliskan program utama kita didalam sebuah fungssi main ().


3. Komentar

    Komentar tidak pernah dicompile oleh compiler. Dalam C++ terdapat 2 jenis komentar, yaitu :

Jenis 1 : /* Komentar anda diletakkan didalam ini bisa mengapit lebih dari satu baris*/

Jenis 2 : //Komentar anda diletakkan disini (hanya bisa perbaris)


4. Tanda Semicolon

    Tanda semicolon “ ; ” digunakan untuk mengakhiri sebuah pernyataan. Setiap penyataan harus diakhiri dengan sebuah tanda semicolon.


5. Mengenal cout (dibaca : C out)

    Pernyataan cout merupakan sebuah objek didalam C++, yang digunakan untuk mengarahkan data kedalam standar output (cetak pada layar).

Contoh :

Tanda “ << “ merupakan sebuah operator yang disebut operator “penyisipan/peletakan”



POKOK BAHASAN 2

Struktur Pemrograman Percabangan


1. IF ELSE

    Pengertian if else yaitu suatu percabangan dimana program tersebut memilikki satu bahkan lebih dari satu kondisi / persyaratan, yang didalamnya ada sebuah instruksi yang dilaksanakan jika kondisi / persyaratan tertentu dapat terpenuhi.

    Dalam bahasa inggris IF itu artinya JIKA, jika begini begini maka begini begini, yaitu jika di dalam (kondisi) terpenuhi maka didalam (pernyataan) dijalankan.

if (kondisi){

    pernyataan ;

}

Pernyataan tersebut sebagai perintah atau instruksi yang harus dijalankan jika kondisi / persyaratan tersebut terpenuhi, jadi dapat dipakai untuk mengambil keputusan berdasarkan suatu kondisi.


POKOK BAHASAN 3

Struktur Pemrograman : Lompatan & Kalang


    Sebuah / kelompok instruksi diulang untuk jumlah pengulangan tertentu. Baik yang terdefinisikan    sebelumnya ataupun tidak.

Struktur pengulangan terdiri atas dua bagian :

  1. Kondisi pengulangan yaitu ekspresi boolean yang harus dipenuhi untuk melaksanakan pengulangan.
  2. Isi atau badan pengulangan yaitu satu atau lebih pernyataan (aksi) yang akan diulang.


Perintah atau notasi dalam struktur pengulangan adalah :

1. Pernyataan while

2. Pernyataan do..while

3. Pernyataan for

4. Pernyataan continue dan break

5. Pernyataan go to


1. PERNYATAAN while

    Pernyataan while merupakan salah satu pernyataan yang berguna untuk memproses suatu pernyataan atau beberapa pernyataan beberapa kali. Pernyataan while memugkinkan statemen-statemen yang ada didalamnya tidak dilakukan sama sekali.

Bentuk Umumnya :

While (kondisi)

{

Pernyataan ;

}


2. PERNYATAAN do...while

    Pernyataan do…while mirip seperti pernyataan while, hanya saja pada do…while pernyataan yang terdapat didalamnya minimal akan sekali dieksekusi.

Bentuk Umumnya :

Do

 

 {

Pernyataan ;

} while (kondisi);


3. PERNYATAAN for

    Pernyataan for digunakan untuk melakukan looping. Pada umumnya looping yang dilakukan oleh for telah diketahui batas awal, syarat looping dan perubahanya. Selama kondisi terpenuhi, maka pernyataan akan terus dieksekusi.

Bentuk Umumnya :

 

For (inisialisasi ; kondisi ; perubahan)

 

 {

Statement;

}


4. PERNYATAAN continue dan break

    Pernyataan break akan selalu terlihat digunakan bila menggunakan pernyataan switch. Pernyataan ini juga digunakan dalam loop. Bila pernyataan ini dieksekusi, maka akan mengakhiri loop dan akan menghentikan itrasi pada saat tersebut.


5. PERNYATAAN go to

Pernyataan goto, diperlukan untuk melakukan suatu lompatan ke suatu pernyataan berlabel yang ditandai dengan tanda “:”.

Bentuk Umumnya :

 

Go to bawah;

Pernyataan 1;

Pernyataan 2;

Bawah : pernyataan 3;


POKOK BAHASAN 4

Struktur Pemrograman : KALANG


1. Memutus Kalang : BREAK & CONTINUE

        Fungsi break digunakan untuk memberhentikan program dan keluar dari looping. Dan untuk continue digunakan untuk menskip satu iterasi dan melompat ke iterasi selanjutnya namun masih dalam satu struktur kontrol, misalnya dalam struktur kontrol perulangan.


2. Kalang FOR untuk perulangan

    Pernyataan pengulangan FOR berfungsi untuk melakukan pengeksekusian beberapa pernyataan secara berulang-ulang (looping). Dan merupakan pernyataan pengulangan yang sangat umum dan sering digunakan pada program C++.


3. Kalang FOR bertingkat

    Kalang for bertingkat atau biasa disebut nested loop adalah perulangan didalam perulangan. perulangan ini biasanya digunakan untuk masalah program yang cukup kompleks.


POKOK BAHASAN 5

Variabel Larik : Matriks & Strings


Dalam pokok bahasan kali ini saya akan memberikan contoh program untuk masing-masing materi

1. Kalang FOR untuk mengisi dan menampilkan matriks

#include<iostream>

 

using namespace std;

 

int main()

{

int N=3;

float A[5] [5];

for (int i=0; i<N; i++){

for (int j=0; j<N; j++){

cout <<"A(" << i <<","<< j << ")= ";

cin >> A[i] [j];

}

}

cout <<"Matriks A=\n";

for (int i=0; i<N; i++){

for(int j=0; j<N; j++){

cout <<"\t" << A[i] [j];

}

cout << endl;

}

}


2. Operasi pada string : Kutak-katik nama

#include<stdio.h>

#include<iostream>

#include<string.h>

 

using namespace std;

 

int main()

{

char nama[80], nama2[80], tulisan[80];

int panjang, posisi;

cout <<"Input nama = ";

gets (nama);

strcpy(tulisan,"Halo ");

cout << strcat(tulisan,nama) << endl;

if (strcmp(nama,"Keyla") == 0){

cout <<"Namamu Keyla kan" << endl;

}

else{

cout <<"Namamu bukan Keyla" << endl;

}

panjang = strlen(nama);

cout <<"panjang namamu " << panjang << endl;

posisi = strcspn(nama,"Z");

if(posisi < panjang){

cout <<"Huruf z pada posisi" << posisi << endl;

}

else{

cout <<"Tidak ada huruf z nya" << endl;

strcpy(nama2,nama);

cout << strupr(nama2) << endl;

cout << strlwr(nama2) << endl;

cout << strrev(nama2) << endl;

cout << strset(nama2,'X') << endl;

}

}


    string.h merupakan header yang berisi fungsi-fungsi, makro dan tipe yang digunakan untuk pengoprasian string dan array.

Contohnya :

  • strlen()    : Fungsi menghitung panjang string
  • strcpy()   : Fungsi mengkopi string src ke dest
  • strcat()    : Fungsi menambahkan copy an src ke bagian akhir dest
  • strcmp()  : Fungsi melakukan perbandingan s1 dengan s2
  • strcspn()  : Fungsi menemukan bagian awal string s1 yang mengandung s2
  • strupr()   : Fungsi mengubah string menjadi huruf KAPITAL
  • strlwr()   : Fungsi mengubah string menjadi huruf biasa/kecil
  • strrev()    : Fungsi membalik semua karakter string, jadi huruf terakhir menjadi awal

  • strset()     : Fungsi menset semua karakter dalam s ke ch


POKOK BAHASAN 6

Sorting (Pengurutan)

    Pada bahasan ke enam ini kita bakal disuguhkan dengan program yang mengandung Fungsi dan Prosedur. Dalam pemrograman, fungsi atau prosedur sering digunakan untuk membungkus program menjadi bagian-bagian kecil. Tujuanya agar program tidak menumpuk pada fungsi main() saja. 

    Fungsi adalah sub-program yang bisa digunakan kembali baik didalam program itu sendiri, maupun di program yang lain. Fungsi juga dapat menerima input dan menghasilkan output.


Jangan lupa mampir ke link berikut ini ya :

umsida.ac.id

fst.umsida.ac.id

Rangkuman Praktikum PBO umsida.ac.id fst.umsida.ac.id Pokok Bahasan 1 (Elemen Dasar Java)   Java adalah salah satu bahasa pemograman yang me...